ABOUT IPB

Hanya Karena Packing bisa Untung Besar

Hallo sabat petani….

Pengen rasanya nulis, dibanding hanya nulis di status FB atau Twitter saya mencoba sajikan masalah pengemasan pada produk pertanian. Kita tahu bahwasannya produk pertanian kita dianggap produk yang murahan dibandingkan produk impor, betul kan?

Persepsi yang salah ini harus kita ganti, sebenarnya produk pertanian kita jauh lebih baik dibanding dari produk impor. Jauh lebih sehat dan rasanya lebih segar, mengapa? karena rata-rata produk pertanian di Indonesia lama simpannya hanya bertahan sangat pendek sehingga produk yang dijual dipasaran rata-rata baru panen, berbeda dengan produk impor yang bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Hal ini dikarenakan produk impor sudah dilapisi pengawet sehingga produk impor masih tampak seperti baru dipanen. Selain itu juga pengemasan produk impor sangat menarik, hal ini juga akan mempengaruhi para pembeli untuk membelinya tanpa harus memperhatikan kesehatan produk tersebut.

Kita sebagai pembeli/konsumen harus lebih selektif lagi dalam memilih, wong produk sendiri lebih bagus kuk beli produkke orang lain ya kan?

Buat para petani Indonesia juga harus lebih tanggap dalam memerangi produk impor, bagaimana caranya? yuk kita cap cuzz…

Tahukan para pembeli buah impor tertarik karena apa??? penampilan yang menarik, pengemasan yang rapi, warna buah yang kinclong. Nah sebetulnya para petani indonesia bisa malukan hal ini. Hanya saja kurang kesadaran petani bahwa jika buah yang dihasilkan memenuhi grade A akan menambah pendapatan mereka, namun sayang petani di Indonesia masih kurang jeli dalam memperhitungkan biaya produksi, semisal saja penanganan panen dan pasca panen di tingkat petani sangat minim, bahkan hampir tidak ada, skala panen pun begitu. Hal ini yang membuat para petani memnanen sak-sakke sing penting saatnya panen.

DSC_0045

Jambu Kristal (Grade B dan A)

Ada salah satu produk pertanian hasil petani Indonesia, seperti gambar diatas. Sebelah kanan A dan sebelah kiri B, tahukan dimana perbedannya? saya pengen menceritakan pada petani semua, terfikir jika para petani melakukan hal yang sama maka kesejahteraan para petani akan meningkat. Saya beli JamKris grade A dan B, apa sih yang membedakan?? hanya pengemasan dan penampilan buah. Namun penampilan buah mah bisa diakal saat mulai berbuah buah bisa diberi plastik agar tidak diserang hama, namun lebih pentingnya adalah pengemasan. Jika harga grade A adalah 25rb (Misal) dan Grade B adalah 15rb nah tahukan berapa keuntungan yang diterima apabila produk kita dijual grade A??? selisih 1kg buah saja 10rb, produksi satu pohon mencapai 5kg sekali panen, satu hektar sekitar ada 1000-an pohon, sudah berapa juta uang yang anda sia-siakan??

Mari para petani kita lebih aktif dan bisa memanfaatkan peluang, jangan hanya mencari uang makan dan bertahan hidup tapi mulailah berfikir untuk bersaing untuk masa depan, dan terus mengembangkan usaha yang petani geluti.

Ada keinginan besar dalam diri saya seperti para petani lainnya untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan produk pertanian, sehingga para petani tak dipandang sebelah mata. Ingat kawan kita semua tak bisa hidup tanpa pertanian, Allah sudah menciptakan Bumi sebagai tempat bercocok tanam, Dan Allah kitalah yang telah memfasilitasi seluruh alam dan isinya termasuk tanaman, udara, dan alam. dari pertanianlah kita hidup….!!!

Salam PERTANIAN NDONESIA…

Penanaman Harapan AGH 46 dalam 10 Tahun Mendatang

Teman-teman AGH 46 (SOCRATES) mengadakan halal bihalal pada hari Minggu 1 September 2013, Halal bihalal dihadiri oleh ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB dan ketua Himagron IPB. Acara dibuka oleh Lurah AGH 46 (Luki dan Syahidah) dan Komti AGH 46 (Bambang). Acara dilaksanakan di Rumah Anggrek Leuwikopo Dramaga IPB Bogor.
Acara tersebut juga dilaksanakan penanaman harapan besar temen-temen AGH 46 yang akan dibuka 10 tahun mendatang ketika kita semua sudah memiliki jati diri dan jalan masing-masing. Dengan adanya ini diharapkan bisa menjalin tali silatuhrahmi antara temen AGH angkatan 46. Sebelum penanaman harapan-harapan tersebut kotak harapan diberikan satu persatu dengan memberikan senyuman terbaik temen terdekat, setelah semuanya memegang harapan tersebut kotak harapan dikubur didalam rumah anggrek yang disaksikan semua keluarga Socrates 46, Ketua Kadep AGH, dan Ketua Himagron 2013.
Salah satu harapan KADEP AGH (Pak Agus) adalah temen-temen AGH 46 bisa mengabdikan ilmunya untuk membangun pertanian Indonesia, sudak kewajiban kita untuk membangun Pertanian Indonesia. Dalam sabutannya beliau juga mengatakan keinginannya untuk bisa bersama lagi pada 10 tahun mendatang bersama teman-teman AGH 46 pada tahun 2023 untuk membuka harapan teman-teman AGH 46 yang sudah ditanam. Semoga harapan yang kalian tanam bisa tumbuh sesuai dengan jalan kalian dan berbuah sesuai harapan yang kalian tanam.
Senyum terindah Komti AGH 46 (Bambang) dan Lurah AGH 46 (Luki)
Penyerahan Kotak Harapan Pada Kadep AGH 2013 (Bp. Agus Purwito)
“ini merupakan sejarah baru yang tidak akan terpecahkan, harapan anak AGH 46 yang bisa membangun pertanian kedepan nanti. Selain itu juga saya ingin mengeratkan hubungan kita bersama keluarga Socrates hingga kapanpun” kata Lurah AGH 46.
Peletakan dan penanaman Kotak Harapan AGH 46
Acara berlanjut dengan pembagian JOA (Journey Of AGH) 46 dan makan-makan di laboratorium Benih (Basah). Panitia sudah mempersiapkan secara matang dalam acara tersebut. Setiap keluarga Socrates mendapatkan satu buah buku JOA dan 1 buah poster yang berisi foto-foto keluarga socrates lengkap. Acara berjalan hingga 17.30 WIB dan ditutup dengan doa.
Pemberian Buku Tahunan Kepada Bapak Kadep AGH (Bp. Agus Purwito)
Pembagian  Buku Tahunan ke Temen-temen AGH 46
Semoga kita semua bisa mengabulkan harapan yang kita tanam dan kita buktikan pada teman-teman kita nanti bahwa kalian lah yang telah mencapai harapan tersebut. Sampai berjumpa lagi kawan di tahun 2023.
AGH…. FEED THE WORLD!!!
SOCRATES ….. SUKSES!!!
Foto Bareng SOCRATES 46

 

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2013

Festival Bunga dan Buah Nusantara 2013 yang dikenal dengan FBBN IPB 2013 merupakan acara pertama dan terbesar di Kota Bogor, pada acara tersebut melibatkan dua menteri untuk datang yaitu Menteri BUMN Bpk. Dahlan Iskan dan Menteri Pertanian Bpk. Suswono, beliau mendukung penuh pada acara tersebut.

Acara diharapkan dapat membawa perubahan bangsa dalam menyediakan bunga dan buah nusantara yang kini kurang dapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Bunga dan Buah Nusantara sebetulnya tidak kalah dengan produk impor, masalah utamanya adalah persediaan bunga dan buah yang masih terbatas, sehingga mengharuskan negara untuk Impor.

Seperti yang kini sudah dicanangkan pada Bpk. Dahlan iskan (menteri BUMN) butuh adanya REVOLUSI ORANGE untuk dapat mengembangkan bunga dan buah nusantara dalam mencukupi kebutuhan lokal. Perkebuban Nusantara (PTPN) VIII menyiapkan areal perkebunan seluas 3.000 hektare untuk ditanami buah Nusantara.

Menurut Direktur Utama PTPN VIII, Dadi Sunardi, pihaknya memproyeksikan alih fungsi tanaman seluas 3.000 hektare itu tuntas dalam lima tahun atau pada 2017. Pengalihfungsian tanaman itu karena pihaknya ingin memiliki keragaman tanaman kebun.

Rencananya di lahan itu PTPN akan menanam beberapa jenis buah lokal seperti mangga, jeruk, pisang, manggis, dan durian. Lokasi lahan buah-buahan itu tersebar di beberapa titik Jabar, di antaranya di Garut (sumber:www.tribunnews.com).

FBBN IPB 2013 akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Mei 2013 bertempat di Lapangan Kampus IPB Pascasarjana Baranangsiang Bogor dan IPB International Convention Center IICC- Botani Square. Adapun beberapa rangkaian kegiatan dalam acara tersebut diantaranya adalah:

Expo dan Bursa Festival Bunga dan Buah Nusantara, kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 mei 2013 bertempat di Lapangan Kampus IPB Baranangsiang, expo dan bursa akan menampilkan produk bunga dan buah nusantara serta ada bursa makanan dan dinas yang akan memeriahkan dalam expo dan bursa tersebut.

Festival Bunga dan Buah Unggul Nusantara, pada kegiatan ini menampilkan bunga dan buah nusantara yang unggul, jika anda merasa tanaman yang anda miliki masih ada kesempatan untuk mengikutinya. Siapa tahu tanaman andalah yang unggul, pada acara tersebut akan di tinjau langsung dari Bpk. Dahlan Iskan (menteri BUMN).

Indonesia Horticulture Investment and Business Forum yang disingkat dengan IHIBF, pada cara ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 mei 2013 bertempat di IICC. Acara ini akan di buka dari Menteri BUMN Bpk. Dahlan Iskan, sajian matteri yang akan diberikan berkualitas dan sangat berguna membawa anda untuk membuka Bisnis perkebunan buah, jadi jika anda merasa ragu dengan bisanis yang akan anda lakukan terutama dalam bidang Bunga dan Buah mari ikuti IHIBF pada acara FBBN IPB 2013.

Selain kegiatan diatas ada juga beberapa kegiatan yang mengasah kreativitas siswa TK, SD, SMP, dan SMA. Diantara kegiatan tersebut adalah aneka lomba yang melibatkan dari siswa dan siswi TK hingga SMA. Aneka Lomba ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 18 Mei 2013 bertempat di Agropromo IPB. Lomba Mewarnai akan diikuti oleh siswa dan siswi tingkat TK. Lomba Menggambar untuk siswa dan siswi Sekolah Dasar (SD), Lomba Boneka Horta tingkat SMP, Lomba Karnaval tingkat SMA, dan LOmba mengukir buah serta lomba merangkai bunga yang diikuti siswa dan siswi SMK serta umum.

Karnaval yang akan diikuti oleh Organisasi Mahasiswa daerah (OMDA), Sekolah menengah Atas/Kejuruuan Se-Bogor, Mahasiswa, dan Staff serta masyarakat umum di Bogor. Karnaval akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2013 tepatnya pada hari minggu. Karnaval merupakan serangkaian dengan Ikrar dan Pawai, dimana ikrar ini akan di buka oleh menteri Pertanian Bpk. Suswono, dan dilanjutkan dengan Karnaval keliling kota Bogor dengan menampilkan kreativitas serta buah unggulan yang ada dimasing-masing setiap daerah di Indonesia.

kami mengajak semuanya masyarakat di Indonesia untuk dapat partisipasi langkah awal dalam mengembangkan Bunga dan Buah Nusantara agar produk tersebut tercukupi didalam negeri. Ikuti kegiatannya dari tanggal 17-19 mei 2013. Jika anda memiliki buah hati, tetangga, saudara, dan teman ajak untuk mengikuti ANeka Lomba dari FBBN IPB 2013. dan Jika anda masih ragu mau usaha apa, ayoo ikuti IHIBF untuk menemukan jalan keluar anda dalam memulai bisnis perkebunan buah. dan anda yang ingin melihat uniknya produk Bunga dan Buah nusantara mari ramaikan untuk datang Expo, Bursa, dan festival serta Karnaval pada acara kami di FESTIVAL BUNGA DAN BUAH NUSANTARA 2013 bertempat di Lapangan Kampus IPB Pascasarjana Baranangsiang Bogor, Jawa Barat.

Informasi dan pendaftaran:
Sekretariat Panitia
Global Agropark, Sekolah Pascasarjana IPB Lantai 2
Jalan Raya Pajajaran, BOGOR 16144
fax: 0251 429 8841 HP: 0821 1019 6522

email: fbbn.ipb@gmail.com / registrasi.fbbn@yahoo.com
website: fbbnipb.com
FB: Festival Bunga dan Buah Nusantara 2013
Twitter: @FBBN_IPB / @rizal_mahdi09

Download BOOKLET:
IHIBF Indonesia Horticulture Investment and Business Forum

Expo, Bursa, dan Festival FBBN IPB 2013

Ikrar, Pawai, dan Karnaval

Pengumuman Juara Web Tahun 2012 di Lingkungan IPB

Alhamdulilah telah diumumkan juara website di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 7 Desember 2012. Terdapat beberapa kategori diantaranya: Web Fakultas terbaik, Web Departemen terbaik, Web Mahasiswa terbaik, Web unit kerja/kantor terbaik, Web Pusat terbaik, Web lembaga kemahasiswaaan terbaik, Web dosen terbaik, Web staff terbaik, dan Web program pasca sarjana terbaik.
berikut laporannya:

Juara Kategori Fakultas : Fakultas Pertanian (http://faperta.ipb.ac.id)

Juara Kategori Departemen : Departemen Agronomi dan Hortikultura (http://agrohort.ipb.ac.id)

Juara Kategori Kantor/Direktorat/Unit Kerja : Direktorat Pengembangan Karier dan Hubungan Alumni (http://cda.ipb.ac.id)

Juara Kategori Pusat : Pusat Pengembangan ILTEK Pertanian dan Pangan Asia Tenggara-SEAFAST (http://seafast.ipb.ac.id)

Juara Kategori Lembaga Kemahasiswaan : Forum For Scientific Studies (FORCES) (http://forces.lk.ipb.ac.id)

Juara Kategori Dosen :

  1. Ir. Lilik Budi Prasetyo,M.Sc. dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (http://lbprastdp.staff.ipb.ac.id)
  2. Dr.drh. Upik Kesumawati Hadi, MS dari Fakultas Kedokteran Hewan (http://upikke.staff.ipb.ac.id)
  3. Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D. dari Departemen Arsitektur Landscape Fakultas Pertanian, (http://hsarifin.staff.ipb.ac.id)

Juara Kategori Staf :

  1. Wahyu Dwi Suryanto, S.Kom., Staf Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi (http://wdwisuryanto.staff.ipb.ac.id/)
  2. Fathurrahman, S.Kom., KTU Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan (http://fathurrohman.staff.ipb.ac.id)
  3. Ir. Anita Handayani, Staf Direktorat Sumber Daya Manusia (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Juara Kategori Mahasiswa :: Rizal Mahdi Kurniawan, Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (http://rizalm09.student.ipb.ac.id)

Penghargaan Kategori Program Studi Pascasarjana : Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (http://mb.ipb.ac.id)

saya Rizal Mahdi Kurniawan (rizalm09.student.ipb.ac.id) berterima kasih kepada semuanya yang telah mendukung blog saya selama studi di IPB, alhamdulilah tak menyangka mimpi saya malam hari sebelum pengumuman menjadi nyata. Tekad selama ini terbayarkan, jujur pertama kali saya melihat pengumuman lomba wesite 2011 kemarin saya ingin menjadi juara, tapi sayang juara belum berpihak pada saya, saya masih berada pada posisi 9, dan hansdw08.student.ipb.ac.id yang menjadi juara, bang Hans Mahasiswa AGH juga, jadi bangga Mahasiswa AGH bisa menjadi juara website IPB. Dan impian selama ini akhirnya ada yang di bawa dari IPB, sempat terpikirkan “apa yang dibawa prestasi dari IPB??” Akademik belum saatnya, dan alhamdulilah Allah menjawab doa saya.
Terima kasih semuanya…

rizalm09.student.ipb.ac.id

Mahasiswa AGH kini Juara Lagi

Sudah 3 tahun Lomba Web Blog IPB diadakan, lomba ini diikuti beberapa instansi, mahasiswa, dosen dan staff di lingkungan Institut Pertanian Bogor. Ada beberapa kategori dalam perlombaan ini, dan yang paling menarik bagi mahasiswa adalah kategori mahasiswa. Pada tahun 2010 Mahasiswa AGH menjuarai Lomba blog kategori mahasiswa dia adalah kak miftah (alamat Blog), pesaing yang banyak tak menyurutkan semnat bang miftah untuk membawakan nama AGH di kanca IPB.:)

Tahun kemarin tepatnya pada tahun 2011 mahasiswa AGH kembali menorehkan Juara Lomba WEB terbaik kategori mahasiswa dia adalah bang Hans (alamat). Dengan hobinya yang menulis dia curahkan semua karyanya di blog Student. Ratting pun naik seiring semangatnya dalam memposting artikel di blognya. Pada saat ini saya juga sudah mengikutinya dalam lomba blog walau hanya modal nekat dengan posting seadanya, pada saat tahun 2011 saya masih di posisi 9, terlampir pada gambar.

Pada tahun itu juga Departemen kebanggaan saya pun menjadi juara kategori Departemen, sangat bangga sekali. Semua mahasiswa sangat senang dengan adanya perlombaan blog seperti ini, karena dapat memotivasi mahasiswa untukmenulis kedalam blog.

Pada tahun ini mahasiswa AGH kembali menjadi juara kategori mahasiswa, selain mahasiswa Departemen AGH juga mengukir prestasinya kembali, bahkan Fakultas tercinta tak mau kalah dengan acara ini, FAPERTA menjadi web terbaik di IPB. Sangat luar biasa, kini Faperta menjadi juara paling banyak dalam perlombaan WEB IPB.

Semoga di tahun mendatang AGH dan Faperta selalu menjadi juara, jaga nama baik AGH dan FAPERTA. 

Pengumuman Lomba Website 2010

*Kategori Mahasiswa

2012>>> Miftah A. (miftaha08.student.ipb.ac.id) adalah mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB angkatan 45.

Juara Lomba Website 2011

*Kategori Mahasiswa

gg>> Hans D W (hansdw08.student.ipb.ac.id) Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura 45.

Juara Lomba Website 2012

*Kategori Mahasiswa

315823_4116514991580_984067030_n>> Rizal Mahdi Kurniawan (rizalm09.student.ipb.ac.id) Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura angkatan 46.

Sumber:lombaweb.event.ipb.ac.id

Dimana Kacang Tanah Kita?

Semalam saya iseng cari-cari artikel tentang kacang tanah, dan kini keadaanya sangat memprihatinkan. Bagai mana nasib negara ini? apa harus impor lagi, kelihatannya impor sekarang sudah tidak menjadi habatan negara kita bahkan sudah menjadi kebutuhan negara kita. Kebijakan yang kurang tepat di pihak petani, membuat para petani enggan menanam komoditas tersebut.

Menurunnya produksi kacang tanah di Indonesia diakibatkan susahnya persediaan benih unggul yang dibutuhkan para petani, misalnya saja di Bandung yang dimuat berita online Bisnis.com, menyatakan bahwa “Komoditas kacang tanah di Jawa Barat terancam akan punah karena minimnya petani yang menanam komoditas tersebut. Hal ini disebabkan karena sulitnya benih dan rendahnya keuntungan yang didapat”. Pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi hal ini, jangan sampai kacang tanah menjadi makanan langka di Indonesia. Banyaknya industri dan kebutuhan pangan akan kacang tanah di Indonesia, permintaan kacang tanah semakin besar. Hal ini tak sebanding dengan produksi yang diperoleh dalam negeri.

Selain dari persediaan benih kacang tanah, kendala lainnya adalah rendah ya harga kacang tanah, harga kacang tanah tidak sebanding dengan budidaya kacang tanah, sehingga para petani mengalami kerugian. Menurutnya petani, total biaya produksi untuk 1 ha mencapai Rp10 juta dengan kisaran produksi sebesar 455 ton selama musim panen tiga bulan. “Pendapatan petani dari musim panen hanya Rp16 juta dari total produksi tersebut, sementara dalam 1 ha lahan tanam dikelola sedikitnya empat petani, jadi rata-rata petani mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta, belum dipotong lainya, itu sangat jauh dari penghasilan petani padi,” ujarnya.

Pada tahun ini pemerintah impor kacang tanah dari Cina dan India sebesar 92 ribu ton kacang tanah, seolah sudah menjadi langganan Indonesia negara Cina dan India ini dalam menyediakan kacang tanah di Indonesia. kenapa musti impor, begeri ini sudah kebanjirang barang impor. Petanilah yang selalu dirugikan, banyaknya barang impor di Indonesia sangat merugikan para petani. Harga yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga petani, disinlah para petani menanggung semua kerugiannya. Kebijakan besaran impor yang kurang tepat di rasa menjadi masalah penting, seharusnya kurang 10% kebutuhan kacang tanah, pemerintah harus impor 10%, sehingga hanya dapat menutupi kekurangan saja tanpa merugikan harga tetapan petani, bukan di lebihkan yang dapat memberi dampak turunya harga tetapan petani.

Kacang tanah harus mendapat perhatian penting, kini tanaman pangan sudah memasuki masa kritisnya, kedelai yang harus impor, padi yang harus impor, dan kacang tanah yang harus impor, terus di negara kita ada apa saja ya??? ironis negeri ini, kurangnya perhatian pemerintah kebutuhan pangan kita menjadi kendala uatam dalam negeri ini. Kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional harus dapat di tingkatkan, prioritaskan para petani tanaman pangan dan terus mengembangkan penelitian tentang tanaman pangan di Indonesia.

KEMENRISTEK DAN IPB JALIN KERJASAMA

buah-localDalam waktu dekat Kementerian Riset dan Teknologi akan bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB dalam pengembangan viariteas unggul buah-buahan seperti  Nanas, Pepaya dan Pisang.

Hal itu sejalan dengan Kemenristek yang berkomitmen mendukung sinergi kegiatan penelitian, utamanya dalam kerangka penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) serta mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.

Asdep Kompetensi Kelembagaan I Wayan Budiastra menyatakan bahwa melalui kegiatan thematik pangan sejak tahun lalu telah memfasilitasi peneliti dari LPNK terkait (BPPT, LIPI dan BATAN) untuk mengimplementasikan kegiatan penelitian mereka dengan memanfaatkan lahan yang ada di Puspiptek.

>Oleh karena itu menurut Wayan inisiatif terkait dengan upaya sinergi hasil penelitian dikawasan Puspiptek perlu terus dilakukan.

Tujuannya adalah sebagai bagian dari upaya mensinergikan kegiatan riset sekaligus menjadikan Puspiptek sebagai etalase atau show room dari hasil -hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti.

Sementara itu, Kepala Pupsiptek Wisnu Sardjono Soenarso menyambut baik pelaksananan kegiatan tersebut, karena memang sesuai dengan peruntukkannya kawasan Puspiptek sebagai pusat penyelenggaran riset serta budaya inovasi dan daya saing usaha terkait serta lembaga-lembaga berbasis pengetahuan.

Namun demikian,  harus dibarengi dengan komitmen dari para pelaku kegiatan dan peneliti terkait dengan pengelolaan dan keberlanjutan kegiatan yang dilakukan.Dalam rangka itu diadakan pertemuan untuk menyepakati dan merumuskan kembali mekanisme sinergi penelitian serta pengelolaannya, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat terlihat hasilnya di masa mendatang.

Sumber: http://www.technology-indonesia.com

IPB terus mengembangkan varietas buah lokal yang ada di Indonesia, kini beberpa komoditas menjadi komoditas andalan di Indonesia yaitu pepaya, pisang, nanas, manggis, durian, dan masih banyak lagi. Terus dukung potensi buah lokal kita, yakin suatu saaat Indonesia menjadi pengekspor buah-buahan di seluruh negara di dunia. Menjaga dan melestarikan komoditas nusantara adalah tugas kita, so konsumsilah buah lokal selain sehat harga terjangkau.

-I LOVE INDONESIA, AKU CINTA BUAH NUSANTARA-

Buah Lokal Vs Buah Impor

buah-local

Himpunan Alumni IPB geram terhadap kondisi terpinggirkannya buah lokal karena beberapa aspek. Ketua Himpunan Alumni IPB, Said Didu mengatakan kondisi itu disebabkan oleh kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani baru untuk produk buah-buahan. Juga kurang memadainya infrastruktur logistik buah.

“Ditambah lagi dengan adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin menyukai produk impor. Karena buah impor yang semakin mudah dan murah. Hal ini menujukkan kekurangberpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia,” ujar Said Didu, minggu (10/7) saat mengkampanyekan Gemari Buah Lokal di Jakarta.

Menurut Said, perlu ada gerakan yang massif dan sistematika agar konsumsi buah lokal dicintai di negerinya sendiri.

Sementara Direktur Budidaya dan Pascapanen Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih menyatakan kuatnya arus globalisasi menjadi faktor persoalan ini sulit diatasi. Di sisi lain data PDB menyebutkan buah nasional selama 2005-2010 naik sebesar 63,5 persen begitu juga produksi buah naik di kurun lima tahun terakhir hingga 29,21 persen.

Menurut Sri Kuntarsih , minimnya minat konsumen dan ketersediaan buah lokal terutama di pasar modern juga menjadi penyebab produk dalam negeri kalah bersaing.

Buah impor khususnya dari China dinilai memiliki produk berkualitas, baik, dan harganya sangat terjangkau. Tidak heran perbandingan nilai impor terhadap ekspor buah nasional sebesar 293,9 persen.

Membanjirnya buah impor ke dalam negeri, terutama di pasar-pasar modern menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi tidak otomatis menunjukkan bahwa buah lokal telah terpuruk di negeri sendiri.

“Secara jumlah (impor buah-buahan) sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan produksi nasional yakni hanya 3,5 persen pada 2010,” katanya.

Pada tahun lalu, produksi buah nasional 19,03 juta ton sedangkan impor hanya 667 ribu ton sementara ekspor buah Indonesia 276 ribu ton.

Ekspor buah nasional terdiri atas manggis, nanas, mangga dan rambutan yang umumnya tergantung musim.

Selain itu menurut Bayu beragamnya jenis buah yang dimiliki Indonesia temyata tidak lantas mendorong perbaikan produksi dan kualitas buah nasional. Petani kurang bisa mempertahankan kualitas buah secara seragam dan kontinu.

Bayu menyontohkan Thailand, yang dulu punya 60 jenis durian, tapi kemudian atas titah raja, pengembangan durian diputuskan untuk hanya berfokus pada 7 jenis. Dengan begitu, kuantitas dan kualitas produk tetap terjaga.”Ketegasan memilih jenis itu butuh keberanian besar,” kata Bayu.

Selain itu, Indonesia tidak memiliki perkebunan buah nasional, melainkan skala kecil yang dikelola petani, sehingga tidak bisa dihitung dalam hektare seperti negara lain. Padahal konsumsi buah di dalam negeri termasuk tinggi, mencapai 18,5 juta ton per tahun.
Dari segi permintaan, sebetulnya produksi buah nasional juga naik 12-15 persen selama lima tahun terakhir ini. “Jika ada kesan buah impor dominan, temyata angkanya tidak benar,” kata Bayu.

Produksi buah terbanyak termasuk golongan buah musiman atau eksotik. Sayangnya, kendala alamiah produksi akibat dua musim yang dimiliki Indonesia membuat buah tidak bisa secara reguler tak dapat dipasok setiap saat.

Sumber: http://www.technology-indonesia.com

Terbukti kan ya, Indonesia tidak kalah dengan negara lain, maka cintailah produk kita dalam menjaga kualitas produk kita.  Jika kita dapat terus percaya dan menggemari buah lokal maka bdan kita akan sehat dan yang paling penting petani akan semangat terus mengembangkan inovasi untuk menciptakan varietas tanaman yang unggul dan produktivitas unggul sesuai dengan daerah Indonesia (tropika).