Agronomi dan Hortikultura

Hanya Karena Packing bisa Untung Besar

Hallo sabat petani….

Pengen rasanya nulis, dibanding hanya nulis di status FB atau Twitter saya mencoba sajikan masalah pengemasan pada produk pertanian. Kita tahu bahwasannya produk pertanian kita dianggap produk yang murahan dibandingkan produk impor, betul kan?

Persepsi yang salah ini harus kita ganti, sebenarnya produk pertanian kita jauh lebih baik dibanding dari produk impor. Jauh lebih sehat dan rasanya lebih segar, mengapa? karena rata-rata produk pertanian di Indonesia lama simpannya hanya bertahan sangat pendek sehingga produk yang dijual dipasaran rata-rata baru panen, berbeda dengan produk impor yang bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Hal ini dikarenakan produk impor sudah dilapisi pengawet sehingga produk impor masih tampak seperti baru dipanen. Selain itu juga pengemasan produk impor sangat menarik, hal ini juga akan mempengaruhi para pembeli untuk membelinya tanpa harus memperhatikan kesehatan produk tersebut.

Kita sebagai pembeli/konsumen harus lebih selektif lagi dalam memilih, wong produk sendiri lebih bagus kuk beli produkke orang lain ya kan?

Buat para petani Indonesia juga harus lebih tanggap dalam memerangi produk impor, bagaimana caranya? yuk kita cap cuzz…

Tahukan para pembeli buah impor tertarik karena apa??? penampilan yang menarik, pengemasan yang rapi, warna buah yang kinclong. Nah sebetulnya para petani indonesia bisa malukan hal ini. Hanya saja kurang kesadaran petani bahwa jika buah yang dihasilkan memenuhi grade A akan menambah pendapatan mereka, namun sayang petani di Indonesia masih kurang jeli dalam memperhitungkan biaya produksi, semisal saja penanganan panen dan pasca panen di tingkat petani sangat minim, bahkan hampir tidak ada, skala panen pun begitu. Hal ini yang membuat para petani memnanen sak-sakke sing penting saatnya panen.

DSC_0045

Jambu Kristal (Grade B dan A)

Ada salah satu produk pertanian hasil petani Indonesia, seperti gambar diatas. Sebelah kanan A dan sebelah kiri B, tahukan dimana perbedannya? saya pengen menceritakan pada petani semua, terfikir jika para petani melakukan hal yang sama maka kesejahteraan para petani akan meningkat. Saya beli JamKris grade A dan B, apa sih yang membedakan?? hanya pengemasan dan penampilan buah. Namun penampilan buah mah bisa diakal saat mulai berbuah buah bisa diberi plastik agar tidak diserang hama, namun lebih pentingnya adalah pengemasan. Jika harga grade A adalah 25rb (Misal) dan Grade B adalah 15rb nah tahukan berapa keuntungan yang diterima apabila produk kita dijual grade A??? selisih 1kg buah saja 10rb, produksi satu pohon mencapai 5kg sekali panen, satu hektar sekitar ada 1000-an pohon, sudah berapa juta uang yang anda sia-siakan??

Mari para petani kita lebih aktif dan bisa memanfaatkan peluang, jangan hanya mencari uang makan dan bertahan hidup tapi mulailah berfikir untuk bersaing untuk masa depan, dan terus mengembangkan usaha yang petani geluti.

Ada keinginan besar dalam diri saya seperti para petani lainnya untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan produk pertanian, sehingga para petani tak dipandang sebelah mata. Ingat kawan kita semua tak bisa hidup tanpa pertanian, Allah sudah menciptakan Bumi sebagai tempat bercocok tanam, Dan Allah kitalah yang telah memfasilitasi seluruh alam dan isinya termasuk tanaman, udara, dan alam. dari pertanianlah kita hidup….!!!

Salam PERTANIAN NDONESIA…

Penanaman Harapan AGH 46 dalam 10 Tahun Mendatang

Teman-teman AGH 46 (SOCRATES) mengadakan halal bihalal pada hari Minggu 1 September 2013, Halal bihalal dihadiri oleh ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB dan ketua Himagron IPB. Acara dibuka oleh Lurah AGH 46 (Luki dan Syahidah) dan Komti AGH 46 (Bambang). Acara dilaksanakan di Rumah Anggrek Leuwikopo Dramaga IPB Bogor.
Acara tersebut juga dilaksanakan penanaman harapan besar temen-temen AGH 46 yang akan dibuka 10 tahun mendatang ketika kita semua sudah memiliki jati diri dan jalan masing-masing. Dengan adanya ini diharapkan bisa menjalin tali silatuhrahmi antara temen AGH angkatan 46. Sebelum penanaman harapan-harapan tersebut kotak harapan diberikan satu persatu dengan memberikan senyuman terbaik temen terdekat, setelah semuanya memegang harapan tersebut kotak harapan dikubur didalam rumah anggrek yang disaksikan semua keluarga Socrates 46, Ketua Kadep AGH, dan Ketua Himagron 2013.
Salah satu harapan KADEP AGH (Pak Agus) adalah temen-temen AGH 46 bisa mengabdikan ilmunya untuk membangun pertanian Indonesia, sudak kewajiban kita untuk membangun Pertanian Indonesia. Dalam sabutannya beliau juga mengatakan keinginannya untuk bisa bersama lagi pada 10 tahun mendatang bersama teman-teman AGH 46 pada tahun 2023 untuk membuka harapan teman-teman AGH 46 yang sudah ditanam. Semoga harapan yang kalian tanam bisa tumbuh sesuai dengan jalan kalian dan berbuah sesuai harapan yang kalian tanam.
Senyum terindah Komti AGH 46 (Bambang) dan Lurah AGH 46 (Luki)
Penyerahan Kotak Harapan Pada Kadep AGH 2013 (Bp. Agus Purwito)
“ini merupakan sejarah baru yang tidak akan terpecahkan, harapan anak AGH 46 yang bisa membangun pertanian kedepan nanti. Selain itu juga saya ingin mengeratkan hubungan kita bersama keluarga Socrates hingga kapanpun” kata Lurah AGH 46.
Peletakan dan penanaman Kotak Harapan AGH 46
Acara berlanjut dengan pembagian JOA (Journey Of AGH) 46 dan makan-makan di laboratorium Benih (Basah). Panitia sudah mempersiapkan secara matang dalam acara tersebut. Setiap keluarga Socrates mendapatkan satu buah buku JOA dan 1 buah poster yang berisi foto-foto keluarga socrates lengkap. Acara berjalan hingga 17.30 WIB dan ditutup dengan doa.
Pemberian Buku Tahunan Kepada Bapak Kadep AGH (Bp. Agus Purwito)
Pembagian  Buku Tahunan ke Temen-temen AGH 46
Semoga kita semua bisa mengabulkan harapan yang kita tanam dan kita buktikan pada teman-teman kita nanti bahwa kalian lah yang telah mencapai harapan tersebut. Sampai berjumpa lagi kawan di tahun 2023.
AGH…. FEED THE WORLD!!!
SOCRATES ….. SUKSES!!!
Foto Bareng SOCRATES 46

 

Pengumuman Juara Web Tahun 2012 di Lingkungan IPB

Alhamdulilah telah diumumkan juara website di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tanggal 7 Desember 2012. Terdapat beberapa kategori diantaranya: Web Fakultas terbaik, Web Departemen terbaik, Web Mahasiswa terbaik, Web unit kerja/kantor terbaik, Web Pusat terbaik, Web lembaga kemahasiswaaan terbaik, Web dosen terbaik, Web staff terbaik, dan Web program pasca sarjana terbaik.
berikut laporannya:

Juara Kategori Fakultas : Fakultas Pertanian (http://faperta.ipb.ac.id)

Juara Kategori Departemen : Departemen Agronomi dan Hortikultura (http://agrohort.ipb.ac.id)

Juara Kategori Kantor/Direktorat/Unit Kerja : Direktorat Pengembangan Karier dan Hubungan Alumni (http://cda.ipb.ac.id)

Juara Kategori Pusat : Pusat Pengembangan ILTEK Pertanian dan Pangan Asia Tenggara-SEAFAST (http://seafast.ipb.ac.id)

Juara Kategori Lembaga Kemahasiswaan : Forum For Scientific Studies (FORCES) (http://forces.lk.ipb.ac.id)

Juara Kategori Dosen :

  1. Ir. Lilik Budi Prasetyo,M.Sc. dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (http://lbprastdp.staff.ipb.ac.id)
  2. Dr.drh. Upik Kesumawati Hadi, MS dari Fakultas Kedokteran Hewan (http://upikke.staff.ipb.ac.id)
  3. Prof. Hadi Susilo Arifin, Ph.D. dari Departemen Arsitektur Landscape Fakultas Pertanian, (http://hsarifin.staff.ipb.ac.id)

Juara Kategori Staf :

  1. Wahyu Dwi Suryanto, S.Kom., Staf Direktorat Komunikasi dan Sistem Informasi (http://wdwisuryanto.staff.ipb.ac.id/)
  2. Fathurrahman, S.Kom., KTU Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan (http://fathurrohman.staff.ipb.ac.id)
  3. Ir. Anita Handayani, Staf Direktorat Sumber Daya Manusia (http://anitanet.staff.ipb.ac.id)

Juara Kategori Mahasiswa :: Rizal Mahdi Kurniawan, Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura (http://rizalm09.student.ipb.ac.id)

Penghargaan Kategori Program Studi Pascasarjana : Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis (http://mb.ipb.ac.id)

saya Rizal Mahdi Kurniawan (rizalm09.student.ipb.ac.id) berterima kasih kepada semuanya yang telah mendukung blog saya selama studi di IPB, alhamdulilah tak menyangka mimpi saya malam hari sebelum pengumuman menjadi nyata. Tekad selama ini terbayarkan, jujur pertama kali saya melihat pengumuman lomba wesite 2011 kemarin saya ingin menjadi juara, tapi sayang juara belum berpihak pada saya, saya masih berada pada posisi 9, dan hansdw08.student.ipb.ac.id yang menjadi juara, bang Hans Mahasiswa AGH juga, jadi bangga Mahasiswa AGH bisa menjadi juara website IPB. Dan impian selama ini akhirnya ada yang di bawa dari IPB, sempat terpikirkan “apa yang dibawa prestasi dari IPB??” Akademik belum saatnya, dan alhamdulilah Allah menjawab doa saya.
Terima kasih semuanya…

rizalm09.student.ipb.ac.id

Mahasiswa AGH kini Juara Lagi

Sudah 3 tahun Lomba Web Blog IPB diadakan, lomba ini diikuti beberapa instansi, mahasiswa, dosen dan staff di lingkungan Institut Pertanian Bogor. Ada beberapa kategori dalam perlombaan ini, dan yang paling menarik bagi mahasiswa adalah kategori mahasiswa. Pada tahun 2010 Mahasiswa AGH menjuarai Lomba blog kategori mahasiswa dia adalah kak miftah (alamat Blog), pesaing yang banyak tak menyurutkan semnat bang miftah untuk membawakan nama AGH di kanca IPB.:)

Tahun kemarin tepatnya pada tahun 2011 mahasiswa AGH kembali menorehkan Juara Lomba WEB terbaik kategori mahasiswa dia adalah bang Hans (alamat). Dengan hobinya yang menulis dia curahkan semua karyanya di blog Student. Ratting pun naik seiring semangatnya dalam memposting artikel di blognya. Pada saat ini saya juga sudah mengikutinya dalam lomba blog walau hanya modal nekat dengan posting seadanya, pada saat tahun 2011 saya masih di posisi 9, terlampir pada gambar.

Pada tahun itu juga Departemen kebanggaan saya pun menjadi juara kategori Departemen, sangat bangga sekali. Semua mahasiswa sangat senang dengan adanya perlombaan blog seperti ini, karena dapat memotivasi mahasiswa untukmenulis kedalam blog.

Pada tahun ini mahasiswa AGH kembali menjadi juara kategori mahasiswa, selain mahasiswa Departemen AGH juga mengukir prestasinya kembali, bahkan Fakultas tercinta tak mau kalah dengan acara ini, FAPERTA menjadi web terbaik di IPB. Sangat luar biasa, kini Faperta menjadi juara paling banyak dalam perlombaan WEB IPB.

Semoga di tahun mendatang AGH dan Faperta selalu menjadi juara, jaga nama baik AGH dan FAPERTA. 

Pengumuman Lomba Website 2010

*Kategori Mahasiswa

2012>>> Miftah A. (miftaha08.student.ipb.ac.id) adalah mahasiswa Agronomi dan Hortikultura IPB angkatan 45.

Juara Lomba Website 2011

*Kategori Mahasiswa

gg>> Hans D W (hansdw08.student.ipb.ac.id) Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura 45.

Juara Lomba Website 2012

*Kategori Mahasiswa

315823_4116514991580_984067030_n>> Rizal Mahdi Kurniawan (rizalm09.student.ipb.ac.id) Mahasiswa Agronomi dan Hortikultura angkatan 46.

Sumber:lombaweb.event.ipb.ac.id

Dimana Kacang Tanah Kita?

Semalam saya iseng cari-cari artikel tentang kacang tanah, dan kini keadaanya sangat memprihatinkan. Bagai mana nasib negara ini? apa harus impor lagi, kelihatannya impor sekarang sudah tidak menjadi habatan negara kita bahkan sudah menjadi kebutuhan negara kita. Kebijakan yang kurang tepat di pihak petani, membuat para petani enggan menanam komoditas tersebut.

Menurunnya produksi kacang tanah di Indonesia diakibatkan susahnya persediaan benih unggul yang dibutuhkan para petani, misalnya saja di Bandung yang dimuat berita online Bisnis.com, menyatakan bahwa “Komoditas kacang tanah di Jawa Barat terancam akan punah karena minimnya petani yang menanam komoditas tersebut. Hal ini disebabkan karena sulitnya benih dan rendahnya keuntungan yang didapat”. Pemerintah harus bertindak cepat dalam mengatasi hal ini, jangan sampai kacang tanah menjadi makanan langka di Indonesia. Banyaknya industri dan kebutuhan pangan akan kacang tanah di Indonesia, permintaan kacang tanah semakin besar. Hal ini tak sebanding dengan produksi yang diperoleh dalam negeri.

Selain dari persediaan benih kacang tanah, kendala lainnya adalah rendah ya harga kacang tanah, harga kacang tanah tidak sebanding dengan budidaya kacang tanah, sehingga para petani mengalami kerugian. Menurutnya petani, total biaya produksi untuk 1 ha mencapai Rp10 juta dengan kisaran produksi sebesar 455 ton selama musim panen tiga bulan. “Pendapatan petani dari musim panen hanya Rp16 juta dari total produksi tersebut, sementara dalam 1 ha lahan tanam dikelola sedikitnya empat petani, jadi rata-rata petani mendapatkan penghasilan Rp1,5 juta, belum dipotong lainya, itu sangat jauh dari penghasilan petani padi,” ujarnya.

Pada tahun ini pemerintah impor kacang tanah dari Cina dan India sebesar 92 ribu ton kacang tanah, seolah sudah menjadi langganan Indonesia negara Cina dan India ini dalam menyediakan kacang tanah di Indonesia. kenapa musti impor, begeri ini sudah kebanjirang barang impor. Petanilah yang selalu dirugikan, banyaknya barang impor di Indonesia sangat merugikan para petani. Harga yang dijual dipasaran tidak sesuai dengan harga petani, disinlah para petani menanggung semua kerugiannya. Kebijakan besaran impor yang kurang tepat di rasa menjadi masalah penting, seharusnya kurang 10% kebutuhan kacang tanah, pemerintah harus impor 10%, sehingga hanya dapat menutupi kekurangan saja tanpa merugikan harga tetapan petani, bukan di lebihkan yang dapat memberi dampak turunya harga tetapan petani.

Kacang tanah harus mendapat perhatian penting, kini tanaman pangan sudah memasuki masa kritisnya, kedelai yang harus impor, padi yang harus impor, dan kacang tanah yang harus impor, terus di negara kita ada apa saja ya??? ironis negeri ini, kurangnya perhatian pemerintah kebutuhan pangan kita menjadi kendala uatam dalam negeri ini. Kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional harus dapat di tingkatkan, prioritaskan para petani tanaman pangan dan terus mengembangkan penelitian tentang tanaman pangan di Indonesia.

KEMENRISTEK DAN IPB JALIN KERJASAMA

buah-localDalam waktu dekat Kementerian Riset dan Teknologi akan bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB dalam pengembangan viariteas unggul buah-buahan seperti  Nanas, Pepaya dan Pisang.

Hal itu sejalan dengan Kemenristek yang berkomitmen mendukung sinergi kegiatan penelitian, utamanya dalam kerangka penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) serta mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.

Asdep Kompetensi Kelembagaan I Wayan Budiastra menyatakan bahwa melalui kegiatan thematik pangan sejak tahun lalu telah memfasilitasi peneliti dari LPNK terkait (BPPT, LIPI dan BATAN) untuk mengimplementasikan kegiatan penelitian mereka dengan memanfaatkan lahan yang ada di Puspiptek.

>Oleh karena itu menurut Wayan inisiatif terkait dengan upaya sinergi hasil penelitian dikawasan Puspiptek perlu terus dilakukan.

Tujuannya adalah sebagai bagian dari upaya mensinergikan kegiatan riset sekaligus menjadikan Puspiptek sebagai etalase atau show room dari hasil -hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti.

Sementara itu, Kepala Pupsiptek Wisnu Sardjono Soenarso menyambut baik pelaksananan kegiatan tersebut, karena memang sesuai dengan peruntukkannya kawasan Puspiptek sebagai pusat penyelenggaran riset serta budaya inovasi dan daya saing usaha terkait serta lembaga-lembaga berbasis pengetahuan.

Namun demikian,  harus dibarengi dengan komitmen dari para pelaku kegiatan dan peneliti terkait dengan pengelolaan dan keberlanjutan kegiatan yang dilakukan.Dalam rangka itu diadakan pertemuan untuk menyepakati dan merumuskan kembali mekanisme sinergi penelitian serta pengelolaannya, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat terlihat hasilnya di masa mendatang.

Sumber: http://www.technology-indonesia.com

IPB terus mengembangkan varietas buah lokal yang ada di Indonesia, kini beberpa komoditas menjadi komoditas andalan di Indonesia yaitu pepaya, pisang, nanas, manggis, durian, dan masih banyak lagi. Terus dukung potensi buah lokal kita, yakin suatu saaat Indonesia menjadi pengekspor buah-buahan di seluruh negara di dunia. Menjaga dan melestarikan komoditas nusantara adalah tugas kita, so konsumsilah buah lokal selain sehat harga terjangkau.

-I LOVE INDONESIA, AKU CINTA BUAH NUSANTARA-

Buah Lokal Vs Buah Impor

buah-local

Himpunan Alumni IPB geram terhadap kondisi terpinggirkannya buah lokal karena beberapa aspek. Ketua Himpunan Alumni IPB, Said Didu mengatakan kondisi itu disebabkan oleh kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani baru untuk produk buah-buahan. Juga kurang memadainya infrastruktur logistik buah.

“Ditambah lagi dengan adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin menyukai produk impor. Karena buah impor yang semakin mudah dan murah. Hal ini menujukkan kekurangberpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia,” ujar Said Didu, minggu (10/7) saat mengkampanyekan Gemari Buah Lokal di Jakarta.

Menurut Said, perlu ada gerakan yang massif dan sistematika agar konsumsi buah lokal dicintai di negerinya sendiri.

Sementara Direktur Budidaya dan Pascapanen Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih menyatakan kuatnya arus globalisasi menjadi faktor persoalan ini sulit diatasi. Di sisi lain data PDB menyebutkan buah nasional selama 2005-2010 naik sebesar 63,5 persen begitu juga produksi buah naik di kurun lima tahun terakhir hingga 29,21 persen.

Menurut Sri Kuntarsih , minimnya minat konsumen dan ketersediaan buah lokal terutama di pasar modern juga menjadi penyebab produk dalam negeri kalah bersaing.

Buah impor khususnya dari China dinilai memiliki produk berkualitas, baik, dan harganya sangat terjangkau. Tidak heran perbandingan nilai impor terhadap ekspor buah nasional sebesar 293,9 persen.

Membanjirnya buah impor ke dalam negeri, terutama di pasar-pasar modern menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi tidak otomatis menunjukkan bahwa buah lokal telah terpuruk di negeri sendiri.

“Secara jumlah (impor buah-buahan) sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan produksi nasional yakni hanya 3,5 persen pada 2010,” katanya.

Pada tahun lalu, produksi buah nasional 19,03 juta ton sedangkan impor hanya 667 ribu ton sementara ekspor buah Indonesia 276 ribu ton.

Ekspor buah nasional terdiri atas manggis, nanas, mangga dan rambutan yang umumnya tergantung musim.

Selain itu menurut Bayu beragamnya jenis buah yang dimiliki Indonesia temyata tidak lantas mendorong perbaikan produksi dan kualitas buah nasional. Petani kurang bisa mempertahankan kualitas buah secara seragam dan kontinu.

Bayu menyontohkan Thailand, yang dulu punya 60 jenis durian, tapi kemudian atas titah raja, pengembangan durian diputuskan untuk hanya berfokus pada 7 jenis. Dengan begitu, kuantitas dan kualitas produk tetap terjaga.”Ketegasan memilih jenis itu butuh keberanian besar,” kata Bayu.

Selain itu, Indonesia tidak memiliki perkebunan buah nasional, melainkan skala kecil yang dikelola petani, sehingga tidak bisa dihitung dalam hektare seperti negara lain. Padahal konsumsi buah di dalam negeri termasuk tinggi, mencapai 18,5 juta ton per tahun.
Dari segi permintaan, sebetulnya produksi buah nasional juga naik 12-15 persen selama lima tahun terakhir ini. “Jika ada kesan buah impor dominan, temyata angkanya tidak benar,” kata Bayu.

Produksi buah terbanyak termasuk golongan buah musiman atau eksotik. Sayangnya, kendala alamiah produksi akibat dua musim yang dimiliki Indonesia membuat buah tidak bisa secara reguler tak dapat dipasok setiap saat.

Sumber: http://www.technology-indonesia.com

Terbukti kan ya, Indonesia tidak kalah dengan negara lain, maka cintailah produk kita dalam menjaga kualitas produk kita.  Jika kita dapat terus percaya dan menggemari buah lokal maka bdan kita akan sehat dan yang paling penting petani akan semangat terus mengembangkan inovasi untuk menciptakan varietas tanaman yang unggul dan produktivitas unggul sesuai dengan daerah Indonesia (tropika).

Budayakan Makan Buah dan Sayuran Lokal

Di tengah maraknya bahan pangan impor yang berdatangan ke Indonesia, bahan pangan lokal mulai terlupakan dan jarang diminati masyarakat. Padahal bahan pangan lokal memiliki berbagai kelebihan. Selain harganya yang relatif lebih murah, bahan pangan lokal juga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan.

Mengkonsumsi pangan lokal terutama buah dan sayuran asli Indonesia, bukan hanya akan mendapatkan nutrisi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat membantu mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker stroke atau pun sakit jantung.

Hal tersebut diungkapkan pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ahmad Sulaiman pada acara “Nutritalk Jelajah Gizi” yang diselenggarakan Sari Husada di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (2/11/2012) lalu.

“Memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran lokal sebenarnya dapat dijadikan upaya mencegah penyakit-penyakit tidak menular dan penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke. Buah-buahan dan sayuran lokal ini dapat melakukan detoksifikasi, mencegah peningkatan kolesterol, dan tentu saja tidak ada racun atau pestisida di dalamnya,” ungkap Ahmad.

Ahmad menegaskan, produk pangan lokal sebenarnya memiliki banyak keunggulan dibanding produk impor. Ia menilai masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai produk pangan impor, termasuk buah dan sayuran. Bahkan, membeli bahan pangan impor di supermarket atau mall sudah menjadi gaya hidup.

Tetapi ironisnya, banyak dari mereka yang belum memperhitungkan faktor keamanan dan risikonya bagi kesehatan. “Masih banyak orang tidak peduli dengan keamanan dari pangan impor,” terangnya.

Bahan pangan impor seperti buah dan sayuran, papar Ahmad, mengundang risiko lebih besar bagi kesehatan karena mungkin saja disemprot pestisida dan dilapisi fungisida untuk mencegah pembusukan. Sedangkan produk lokal relatif lebih aman. Penanamannya pun kebanyakan organik, dan tidak diberi zat kimia pengawet.

Selain itu, kata Ahmad yang juga peneliti pada Pusat Studi Hortikultura dan Buah-buahan Tropis IPB, jenis buah dan sayuran lokal lebih beragam dibandingkan pangan impor. Walaupun ketersediaan buah dan sayuran lokal bisa berbeda-beda karena menyesuaikan dengan musimnya.

“Sekarang kita sedang melimpah mangga, sebentar lagi rambutan, lalu dukuh, disusul manggis, lalu sawo. Ada terus setiap musim sehingga kita tidak akan bosan,” papar Ahmad.

Dengan bergantinya musim, kata Ahmad, tubuh manusia juga akan menyesuaikan diri. Kandungan nutrisi dalam buah dan sayuran pun akan berubah dan lebih optimal menyesuaikan dengan musimnya. Alhasil, apabila kita mengonsumsi pangan sesuai musimnya tentu tubuh akan lebih sehat.

“Tuhan memang menyediakan buah-buahan tersebut disesuaikan dengan tubuh dan daya tahan tubuh kita,” ujar Ahmad.

Ahmad menyayangkan, keunggulan pangan lokal seperti buah dan sayuran tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran pemerintah dan media dalam mensosialisasikan keistimewaan pangan lokal.

Ia juga mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat studi epidemiologi tentang konsumsi bahan pangan, baik impor dan lokal, dikaitkan dengan efeknya terhadap kondisi kesehatan dan penyakit. Hal ini penting untuk mengangkat dan lebih meyakinkan lagi tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal bagi upaya perbaikian kualitas kesehatan masyarakat.

Sumber : http://www.kompas.com

Nah untuk apa ragu lagi, pengen sehat, aman konsumsilah buah dan syuran lokal yang sudah kita ketahui sehatnya. Produk dalam negeri jauh lebih sehat dari pada produk negara lain yang kita tidak tau penanganan pasca panennya, dan belum tau juga itu buah kapan dipanen. Pastikan produk ang anda beli adalah produkA SLI Indonesia, wujudkan kemandirian pangan dengan mengkonsumsi produk nasional.

-I LOVE INDONESIA, AKU CINTA BUAH DAN SAYURAN NUSANTARA-

Nikmatnya Buah Nusantara

Aku Cinta Buah Nusantara

Buah Nusantara???
Ya kini buah Nusantara santer banyak dibicarakan oleh banyak masyarakat Indonesia, banyak upaya dalam mengangkat buah lokal Nasional mulai dari kampaye makan buah lokal bareng, menanam buah lokal, dan memberi buah lokal. Memang benar bahwasannya buah lokal jauh lebih sehat dari buah impor. Buah lokal minim dengan pestisida, berbeda dengan buah umpor. Buah impor yang datang di Indonesia merupakan buah tidak segar yang sudah diawetkan dengan lilin untuk mencegah pematangan buah, buah dapat tahan hingga 2 tahun. Berbeda dengan buah lokal yang hanya hitungan harisudah terlihat busuk atau tidak. hal ini jangan kawatir teman pilih saja buah yang tidak tahan lama seperti buah lokal, itu menandakan buah lokal tanpa ada lapisan lilin dan bahan pengawet yang berlebihan. Disamping jauh lebih sehat buah lokal juga harganya terjangkau, dapat dinikmati semua kalangan. banyak jenisnya buah lokal nusantara dan manfaatnya, kini saya akan memperlihatkan readers semua untuk membaca kumpulan buah lokal dan manfaatnya, berikut laporannya:)

Buah SAWO

Sawo Buah Lokal

Sawo matang adalah salah satu jenis warna kulit yang biasa diberikan bagi yang memiliki kulit sedikit gelap. Hal ini tidak mengherankan karena kulit dan daging buah sawo berwarna cokelat dengan rasa yang sangat manis. Kaya akan karbohidrat karena 20% bagiannya terdiri dari gula. Sawo mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C dan kandungan potasium yang tinggi sehingga baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

Buah Kesemek

Kesemek Buah Lokal

Kesemek merupakan buah yang seperti memakai bedak, karena pada bagian kulitnya terdapat bagian putih yang seperti bedak. Dapat digunakan untuk menjaga kesehatan gigi karena mengandung fluoride serta berguna untuk menjaga kesehatan gusi dan mulut.

Buah Jeruk Bali

Jeruk Buah Lokal

Jeruk bali memiliki kulit yang tebal dan seperti spons. Bentuknya seperti jeruk, tetapi dalam ukuran yang lebih besar dan berwarna putih atau merah muda. Flavonoid, pektin dan likopen merupakan senyawa yang terdapat di dalamnya. Berfungsi untuk menurunkan kolesterol, mencegah anemia dan mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, kulit dari jeruk bali bisa dibuat menjadi berbagai kerajinan yang menarik.

Buah Jambu Air

Jambu Air Buah Lokal

Jambu air dengan warna merah atau hijau yang khas. Buah ini banyak mengandung air. Buah yang langsung dimakan dengan kulitnya ini memiliki kandungan vitamin A, C, kalsium dan protein. Manfaatnya untuk menjaga kelembapan kulit dan serat untuk pencernaan.

Buah Jambu Biji Merah

Jambu Biji Merah Buah Lokal

Jambu biji merupakan buah dengan kandungan vitamin C yang sangat tinggi selain kandungan kalsium, zat besi, fosfor, vitamin A dan B1. Sebaiknya memakan buah ini beserta kulitnya karena pada daging dekat kulit yang mengandung vitamin C paling banyak.

Buah Duku

Duku Buah Lokal

Duku merupakan buah dengan bentuk bulat kecil dan memiliki daging buah yang cenderung bening. Memiliki banyak mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi. Berguna untuk sistem pencernaan dan mengobati diare.
Duku merupakan buah dengan bentuk bulat kecil dan memiliki daging buah yang cenderung bening. Memiliki banyak mineral seperti kalsium, fosfor dan zat besi. Berguna untuk sistem pencernaan dan mengobati diare.

Buah Belimbing

Belimbing Buah Lokal

Starfruit adalah namanya dalam bahasa Inggris. Buah belimbing ini memang berbentuk bintang dengan lima sudut. Kandungan vitamin E di dalamnya bermanfaat untuk kecantikan kulit. Buah ini juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Buah Manggis

Manggis Buah Lokal

Tebak-tebak buah manggis. Buah ini memang sering dijadikan bahan tebak-tebakan untuk menebak jumlah isi di dalamnya. Walaupun kulitnya berwarna hitam, tetapi dagingnya berwarna putih dan memiliki manfaat yang besar karena kandungan antioksidan, antibiotik dan antivirus yang tinggi. Buah ini dapat meredakan kelelahan dan mengatasi masalah vertigo.

Buah Sirsak

Sirsak Buah Lokal

Sirsak biasa dimakan dengan ditambahkan gula, sirop atau dibuat jus. Kulitnya berwarna hijau dan daging berwarna putih. Manfaatnya sebagai pengatur kadar gula dalam darah dan melawan bakteri dalam tubuh.

Buah Salak

Salak Buah Lokal

Salak pondoh merupakan jenis salak di Indonesia yang dikenal memiliki kualitas yang paling baik. Rasanya yang manis dan garing membuat buah ini cukup disukai. Buah bersisik coklat ini dapat meringankan buang-buang air yang terus menerus. Hal ini juga yang hendaknya membuat Anda tidak terlalu banyak mengkonsumsinya, karena bisa-bisa Anda jadi sulit untuk buang air.

Buah Rambutan

Rambutan Buah Lokal

Buah rambutan dengan ciri khas memiliki rambut dapat ditemui dengan mudah pada musimnya. Buahnya yang berwarna putih manis disukai anak-anak sampai orang dewasa. Kandungan antioksidan pada dagingnya sangat besar, sehingga baik untuk kesehatan. Salah satu yang memiliki rasa yang nikmat adalah rambutan rapiah.

Buah Nanas

Nanas Buah Lokal

Daging buah nanas berwarna kuning dengan rasa asam manis, menjadi salah satu buah favorit dalam rujak. Manfaat dari nanas antara lain dapat membantu masalah pada penyempitan pembuluh darah yang tertutup lemak, membantu pencernaan dan berguna untuk Anda yang sedang diet.

Buah Pepaya

Pepaya Buah Lokal


Buah pepaya memiliki daging berwarna oranye dan berbiji hitam bulat-bulat kecil. Betakaroten merupakan kandungan gizi yang tertinggi di dalamnya. Buah ini juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Buah Mangga

Mangga Buah Lokal

Salah satu buah yang banyak disukai yaitu mangga. Buah yang masih muda biasa diidamkan wanita hamil karena rasanya yang asam. Tetapi, jika telah matang, dagingnya yang berwarna kuning akan terasa manis karena kandungan gula yang cukup tinggi. Bermanfaat untuk kesehatan kulit dan mengendalikan tekanan darah.

Nah dah pada tahukan boss begitu banyak manfaatnya buah lokal kita? jadi jangan ragu lagi selain sehat buah kita juga segar tanpa penyimpanan jangka panjang boss. Di rumah sendiri aja ada buah segar dan sehat kenapa harus beli buah impor yang tidak sehat dan mahal, ya gak?????????????

Sumber:
kumpulan.info
rizalm09.student.ipb.ac.id

Kondisi Benih Nasional Saat Ini

Ketersediaan benih kita cukup jauh dari negara lain, hasil stadium general Kapita Selekta Tanaman Pertanian di Ruang Kuliah A, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Indonesia merupkan negara agraris hampir kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani. kita kita di hadapkan dengan perkmbangan zaman yang berteknologi tinggi. Dinegara lain sudah banyak menerapkan teknologi terbarunya, gimana dengan negara kita?. Pertanian menjadi sentral pada semua negara sebagai sumber pendapatan negara, gimana dengan negara kita? Indonesia memang hampir sepenuhnya adalah bermata pencaharian sebagai petani, tapi hasil yang didapatkan masih tergolong rendah. kurangnya penerapan teknologi tepat guna yang bisa diajarkan pada petani negara kita. SDM yang terbatas pada petani kita menjadi kendala juga dalam mengimbangi kemajuan teknologi negara lain.

http://www.weemore.com

Indonesia memiliki kemampuan dalam hal dunia pertanian. Kini Indonesia diakui dalam sertifikasi benih, itu artinya benih yang dikeluarkan dari Indonesia diakui oleh negara-negara lain. Dan benih yang di Impor dari negara lain Indonesia berhak mensertifikasi dengan menyesuaikan Agroklimat yang berada di Indonesia. Sungguh luar biasa memang tapi satu yang menjadi poin penting adalah ketersediaan benih. ketersediaan dan penyediaan benih negara kita masih tegolong lamban. Kita lihat negara tetangga misal. Thailan yang berpedoman pada pertanian. Thailan dapat memproduksi benih hibrida hingga 90% dari tanaman yang dikembangkan. sedangkan negara kita hanya 50% benih hibrida hasil penangkaran. hasl ini sangat memprihatinkan, bagaimana meningkatkan produktivitas jika persediaan benih masing kurang begini?

Benih adalah kunci utama kesuksesan budidaya tanaman. Produksi dan produktivitas sangat dipengaruhi dengan ketersediaan benih unggul nasional. Banyak perusahaan di Indonesia yang sudah menerapkan teknologi barunya, Misal perusahaan yang sudah memiliki sertifikat jaminan mutu adalah: PT. Dupon Indonesia, PT Branitha Sandhini, PT. Bisi Internasional, PT. East West Seed Indonesia, PT. Sang Hyang Seri, BPPTP Sukamandi, PT. Jagung Hibrida Sulawesi, PT. Agri Makmur Pertiwi, dan PT. Benih Citra Asia. Itulah 9 perusahaan benih di Indonesia yang sudah memiliki sertifikat jaminan mutu, sehingga benih yang di produksi dari perusahaan tersebut layak sebagai bahan tanam tanaman budidaya.

Indonesia harus mampu menyediakan benih-benih berkualitas dalam upaya peningkatan produktivitas Nasional. Swasembada akan dapat dicapai jika adanya kekompakan atara pemerintah dan petani. Subsidi yang tepat dapat langsung dirasakan petani. kini petani hanya menggunakan benig hasil penagkaran sendiri yang sudah tidak jelas tetua dari tanaman tersebut, banyak sekali dijumpai hal seperti ini. Benih hibrida sangat menjanjikan dengan program pemerintah dalam upaya capai swasembada di tahun 2014. Kebiasaan pertani yang serba instan dapat di rubah dengan penekanan pada penyuluh pertanian untuk memberikan teknologi-teknologi terbaru yang dapat diterapkan petani kita di Indonesia.

Salam pertanian Indonesia, Kejayaan Pertanian Kita tergantung pada Petani kita, Kejayaan Petani kita tergantung perhatian pemerintah pada dunia pertanian kita. Semoga makin jaya Indonesiaku……

Rizal Mahdi Kurniawan
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor
Dept.Agronomi dan Hortikultura
blog: rizalm09.student.ipb.ac.id