Lomba Blog Mandiri

Wujudkan Cabai Menuju Indonesia Mandiri

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tingg di bidang hortikultura. Setiap tahunnya, permintaan domestik akan produk hortikultura semakin meningkat. Akan tetapi Indonesia belum mampu mencukupi permintaan tersebut. Terbukti, nilai impor produk hortikultura mencapai Rp 17.61 trilyun pada tahun 2011 (data sampai Oktober 2011). Nilai impor hortikultura tersebut telah rnelampaui nilai impor gandum dan beras masing-masing sebesar Rp 17.02 trilyun dan Rp 10.6 trilyun pada periode yang sama. Besarnya nilai impor menjadi tantangan dalam pengembangan produk hortikultura khususnya yang mampu bersaing untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing produk hortikultura adalah industrialisasi produk hortikultura. Proses industrialisasi dapat diimplementasikan melalui sinergisitas kerja  stekholder yang meliputi akademisi, pengusaha, dan pemerintah. Akademisi berperan dalam menghasilkan inovasi varietas dan teknologi budidaya, kemudian pengusaha dengan sistem manajerial yang strategis dalam pengolahan dan pemasaran hasil, serta dukungan  pemerintah melalui kebijakan yang  integratif.

Cabai merupakan salah satu produk hortikultura yang sesuai dibudidayakan di daerah tropis termasuk Indonesia. Namun produksi cabai di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan cabai nasional sehingga pemerintah harus mengimpor cabai yang mencapai lebih dari 16.000 ton per tahun (DBPH, 2009). Penyebab  masalah tersebut adalah ketersediaan lahan potensial untuk budidaya cabai semakin berkurang dan masih rendahnya rataan produktivitas cabai nasional yang baru mencapai 4,35 ton/ha, sementara potensi produktivitas cabai dapat mencapai 10 ton/ha.

Permasalahan dalam persediaan cabai yang rendah dikarenakan rendahnya hasil produktivitas pada tanaman cabai di Indonesia. Butuh penerapan teknologi dan inovasi dalam meningkatkan produktivitas cabai di Indonesia. Menerapkan tanam cabai hibrida, cabai hibrida hasilnya lebih menjanjikan dari pada cabai biasa, namun hasil turunan berikutnya tidak dapat di tanam kembali untuk dijadikan benih. Perakitan cabai hibrida membutuhkan keuletan dan kesabaran yang tinggi, karena tidak mudah menyilangkannya.

Pemuliaan tanaman merupakan jalan keluar dalam mengatasi kelangkaan pangan di Indonesia termasuk komoditas  cabai. Teknik menyilangkan untuk mendapatkan benih hibrida adalah menyeleksi tanaman tetua yang unggul. Unggul dalam menghasilkan buah dan unggul tahan terhadap hama dan penyakit. Menyilangkan dengan memperhatikan waktu, karena waktu dan RH sangat mempengaruhi keberhasilan dalam penyerbukan tanaman. Menyediakan benih hibrida dengan hasil yang tinggi maka Indonesia dapat mengatasi masalah kelangkaan cabai di Indonesia.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.